Wall Soccer (New Sport)

All Guys,

Iwant to introduce to all the “New Sport” that call Wall Soccer.

Below are the presentation of Wall Soccer,Check this out..


Bagi yang ingin tahu banyak tentang Wall Soccer

Silahkan comment di wall ini atau kirimkan pesan anda ke :

cristof.nh@gmail.com

Many Thanks…

14 Responses

  1. Wall Soccer?? sepertinya pernah dengar..
    Apaan ya ini?? mas bisa dijelaskan lebih lanjut ngga ini,, gimana cara mainnya, peraturan2nya..—

  2. ini wajah baru sepakbola seperti halnya permainan yang mengunakan raket sebut saja bulutangkis dengan tennis ,,,,,wall soccer merupakan gabungan teknik dan seni bermain bola kaki dimana akan selalu ada kejutan arah bola yang belum pernah kita bayangkan sebelumnya seperti halnya sepakbola ataupun futsal ,,tentunya ini disebabkan arah pantul yang “bebas arah” dan akan sangat tampak kualitas permainan yang biasa dan tak biasa menjadi suatu trik yang luar biasa,pemain akan lebih terobsesi untuk mengolah bola maka akan terjadi duel teknik individual yang pastinya menjadikan pertandingan lebih menggemaskan karena gawang yang berhadapan.Yang pasti pertandingan menjadi arena yang bukan hanya technical power tetapi juga art power …..itulah adanya dan pastinya anda akan merasa lebih dari yang saya rasakan jika anda pernah memainkan wall soccer pasti ketagihan,,,,,karena inilah wajah masa depan sepakbola,,,,,,,GOD BLESS U ALL

  3. Kami orang dari pare2, mau nanya karena pe kita mau bngun futsal,,, tapi kalau wallsoccer gimana masa depannya,, boleh nanya.. terus cara bermainnya gimna itu… ee pokoknya yang lengkap deh situ punya informasi..
    mohon dijawab secepatnya.. thanks.

  4. @JOHN, @YUDO, @BOYKE, terima kasih banyak atas commentnya.

    Bapak Yudo, sangat bagus comment Anda, Anda seperti bisa membaca pikiran saya. Persis seperti itulah permainan, teknik dan taktik Wall Soccer yang ada dalam pikiran saya sebagai pencipta Wall Soccer, terima kasih banyak.

    Bapak Boyke dan Bapak Yudo, Wall Soccer secara konsep (standar lapangan dan peraturan) sudah diuji coba dan sudah siap. Peraturan dan standar lapangan sementara belum diumumkan secara terbuka, sebab Wall Soccer Centre hingga saat ini belum berdiri (sedang dibicarakan dengan calon investor).

    Masa depan Wall Soccer sangat cerah, karena secara permainan lebih menarik dibandingkan dengan Futsal (perhatikan comment Sdr. Yudo dan hasil penelitian di Malang). Disamping itu kami sudah merancang strategi untuk mengembangkan dan menjadikan Wall Soccer lebih populer dari Futsal. Kedepannya, kami akan mendorong Pemerintah untuk menjadikan Wall Soccer/ Sepakbola Dinding sebagai Olahraga Nasional Indonesia dan sangat mungkin Wall Soccer menjadi olahraga dunia.

    Jika Bapak Boyke ingin mendahului membangun Wall Soccer Centre di Pare-Pare, kami sangat mendukung dan tentu saja terlebih dahulu menandatangani kerjasama dengan kami (agar tidak dianggap melanggar hak cipta). Kami sangat mendukung jika Bapak Boyke ingin memiliki hak exclusive atas Wall Soccer di Pare-Pare khususnya dan Sulawesi Selatan pada umumnya.

    Wall Soccer dikembangkan dengan sistem franchise, jika Bapak Boyke memiliki hak exclusive Wall Soccer untuk wilayah Sulawesi Selatan, berarti siapa saja yang membangun Wall Soccer Centre di wilayah Sulawesi Selatan, harus izin dan membayar sejumlah biaya kepada Bapak Boyke. Yang melanggar ketentuan ini berati melanggar hak cipta.

    Penjelasan lebih lanjut, bisa kirim email atau kontak langsung di nomer Hp yang tercantum di Proposal Apakah Wall Soccer?

    Salam,
    Djoni (Pencipta Wall Soccer).

  5. buset..

    konsep sih bagus..
    tapi masa mau bangun sarana olahraga aja kudu beli franchise…

    mendingan yang mo buat.. buat aja sendiri…

    kalo takut dianggap melanggar hak paten, kasih aja nama beda.. bola tembok…😀

  6. @ Andi, terima kasih banyak komentarnya.

    Begini yaa Mas Andi…..
    Jika Mas Andi pengen bangun sarana olahraga, apalagi Wall Soccer/ Sepakbola Dinding, saya sebagai penciptanya akan mendukung 100% tanpa bayar/ beli franchise, ASAL SARANA OLAHRAGA ( Wall Soccer ) TERSEBUT TIDAK MEMUNGUT BIAYA SERUPIAHPUN KEPADA PENGGUNANYA alias untuk sosial.

    Tapi, jika Mas Andi atau siapa saja yang membangun Wall Soccer UNTUK KEPENTINGAN KOMERSIAL/ UNTUK CARI KEUNTUNGAN, tentu sebagai warga negara sudah sepatutnya mentaati aturan hukum yang berlaku baik nasional maupun internasional.

    Sebagai contoh; obat yaa….. yang berhubungan dengan nyawa manusia, hasil riset/ ciptaan dari perusahaan/ laboratorium. Itu juga ada aturan hukumnya, yang melanggar tetap akan berhadapan dengan hukum.

    Mas Andi sebagai warga negara Indonesia, tentu tidak relakan jika Batik, Seni Tradisional, Lagu-lagu Daerah, dll milik bangsa Indonesia digunakan oleh orang/ bangsa lain untuk kepentingan komersial TANPA MEMBAYAR/ MEMBERI KOMPENSASI.

    Oleh karena itu jika kita tidak rela orang/ bangsa lain “menggunakan/ menjiplak/ mengakui” milik bangsa kita dengan tidak menuruti prosedur hukum, maka sebagai warga negara yang baik kita HARUS MEMBERI CONTOH dengan MENGHARGAI HAK CIPTA ANAK BANGSA SENDIRI, yaitu dengan mematuhi ketentuan/ prosedur hukum yang berlaku. Terima kasih.

    Salam Sejahtera,
    Djoni, ( Pencipta Wall Soccer/ Sepakbola Dinding ).
    Hp : 081 210 110 168.
    email : wallsoccer@ymail.com

  7. Pak Djoni, jujur saja, sebagai anak bangsa saya sangat bangga dengan penemuan anda. Dan saya juga sangat peduli bila suatu ketika cabang olah raga semacam ini bisa sangat merakyat dan digemari oleh masyarakat luas. Tolong pertimbangkan agar setiap warga negara indonesia dapat memiliki akses semudah2nya agar ketertarikan mereka terbentuk. Dan jangan takut, dengan kerja keras anda menggalakkan olah raga ini, maka setiap orang akan mengenal siapa bapak sepak bola dinding. Setelah itu baru rejeki akan menyertai anda bagai air bah. Tapi bila anda mencoba untuk mengambil keuntungan sekarang, artinya anda hanya membonsai pohon yang sebenarnya akan mendunia ini. Makasih.

  8. Pikiran awal baca artikelny : kayany uda pernah liat ideny dimana gitu, yg jelas bukan anda. Tapi ga pa2 si, toh tetep aja olah raga, bukan olah duit.
    Pikiran akhir baca artikelny : ni kok beneran jadi olah duit. Sejak kapan jadi frencise gitu. Sepak bola ato futsal aja ga perlu royalti2 segala.
    Kalo emang dilanjutin, prediksi saya si ga bakalan jalan ni. Paling cuman heboh sebentar, habis itu lenyap.^^v

  9. @ Bp.Ipang, terima kasih banyak pendapat dan usul Anda yang bijaksana.
    @ Bp.Joe Marselo, terima kasih banyak juga atas pendapat Anda. { Mengenai (“tidak ada”) franchise sepakbola/ futsal, sebaiknya Anda kirim email kepada saya, akan saya jelaskan secara detil }.

    Memang susah…. untuk merealisasikan sesuatu PASTI BUTUH UANG.
    Proposal di atas memang DITUJUKAN kepada CALON INVESTOR, oleh karena itu dibicarakan tentang strategi dan prospek “kedepan” -bisnis olahraga- Wall Soccer/ Spakbola Dinding.

    Pendapat Bp.Ipang akan “membonsai” sebenarnya tergantung sudut pandang saja.
    Karena dalam pelaksanaan nanti, (setelah ada uang/ bekerjasama dengan sponsor), akan dibangun lapangan2 Wall Soccer yang sifatnya sosial/ gratis.
    Sedangkan yang dibangun untuk komersial/ untuk cari untung, itulah yang akan diatur “aturan mainnya.”

    Sebagai informasi tambahan bahwa Wall Soccer/ Sepakbola Dinding saya ciptakan tahun 2006 lalu, hingga sekarang belum terealisir karena tidak punya uang untuk membangun lapangan Wall Soccer (masalahnya bukan sekedar membangun saja, tetapi ini menyangkut lahan/ tanah yang lumayan luas).

    Saya pernah membicarakan Wall Soccer kepada “pemerintah/ pihak terkait” dan pembicaraan SAMA SEKALI TIDAK MENYANGKUT/ TIDAK MEMBICARAKAN UANG, jangankan didukung secara materi, DUKUNGAN MORAL saja TIDAK ADA !!!!!

    Inilah nasib terlahir sebagai manusia Indonesia, jika saya terlahir sebagai orang Eropa, Amerika atau Jepang, pasti ide-ide seperti ini sudah diambil alih oleh pemerintah dan dilaksanakan secara nasional, seperti kata Pak Ipang “baru rejeki akan menyertai bagai air bah.”

    Nah, siapakah yang rela menyumbangkan uangnya sebesar 1 (satu) milyar untuk merealisasikan Wall Soccer?
    Jawabannya pasti – tidak ada yang mau, oleh karena itu dibuatlah PROPOSAL BISNIS WALL SOCCER, yang ditujukan kepada calon investor.

    Sekali lagi, kepada Bp.Ipang, Bp. Joe Marselo, dan Bapak-Bapak yang lain, terima kasih banyak atas perhatiannya.

    Salam Hormat,
    Djoni. ( Pencipta Wall Soccer/ Sepakbola Dinding ).
    Hp: 081 210 110 168.
    email: wallsoccer@ymail.com
    www : wallsoccer.wordpress.com

  10. Sangat menghargai hasil temuan anda Pak Joni. Cuma soal franchise itu… busyet deh! apa pun penjelasannya, perbandingannya tetap aja cabang olah raga yg lain.
    Andai saja aku adalah Pak Joni, hasil temuan ini bisa populer aja udah syukur.
    BTW, itu juga hak Pak Joni….tunggu aja hasilnya. Sepak bola dinding ini lebih populer atau cukup dimainkan secara terbatas saja. Yang jelas, bisnis lapangan fut salku masih baik-baik aja….

  11. pak tolonng saya dikasih tip -tip untuk membuat lapangan wallsoccer

  12. @Bapak M. Basirudin silahkan Bapak kirim email kepada saya/ Djoni ( pencipta Wall Soccer/ Sepakbola Dinding ). Email : wallsoccer@ymail.com atau HP : 081 210 110 168.

    @Bapak Bony Borneo, silahkan Bapak kirim email kepada saya ( web : http://www.qtop.wordpress.com ) ini bukan web milik saya/ Djoni.
    Saya akan memberi penjelasan kepada Bapak Bony soal ……PERBANDINGANNYA TETAP AJA CABANG OLAHRAGA YANG LAIN, soal Hak Cipta dan soal Franchise.

    Mengutip ….andai saja aku adalah Pak Djoni, hasil temuan ini bisa populer aja sudah syukur…..
    Atau hasil temuan ini saya bisniskan, ITU SEMUA ADALAH PILHAN dan masing-masing tentu punya alasannya sendiri-sendiri.

    Satu hal yang pasti adalah saat ini Mei 2011, Wall Soccer belum apa-apa/ populer. apakah Bapak Bony bersedia membangun lapangan Wall Soccer untuk dikomersialkan atau untuk digratiskan?? Atau maukah lapangan Futsal yang Bapak Bony miliki saat ini dirubah menjadi lapangan Wall Soccer??

    Jawabannya pasti: TIDAK MAU, tunggu Wall Soccer terkenal dulu.
    Setelah Wall Soccer terkenal, diminati banyak orang ( seperti saat ini Futsal diminati banyak orang ), baru Bapak Bony bersedia membangun lapangan Wall Soccer untuk komersial dan MISALNYA tidak mau membayar Hak Cipta atau Franchise, itu namanya melanggar hukum internasional.
    Saya tunggu email Bapak Bony langsung kepada saya. Terima kasih.

  13. @Bapak M. Basirudin silahkan Bapak kirim email kepada saya/ Djoni ( pencipta Wall Soccer/ Sepakbola Dinding ). Email : wallsoccer@ymail.com atau HP : 081 210 110 168.

    @Bapak Bony Borneo, terima kasih banyak komentarnya. Silahkan Bapak kirim email kepada saya, wallsoccer@ymail.com. Saya akan memberi penjelasan kepada Bapak Bony soal : ……APAPUN PENJELASANNYA, PERBANDINGANNYA TETAP AJA CABANG OLAHRAGA YANG LAIN…… soal Hak Cipta dan soal Franchise.
    Mengutip : ….andai saja aku adalah Pak Djoni, hasil temuan ini bisa populer aja sudah syukur…..
    Atau hasil temuan ini saya bisniskan, ITU SEMUA ADALAH PILHAN dan masing-masing tentu punya alasannya sendiri-sendiri.
    Satu hal yang pasti adalah saat ini Mei 2011, Wall Soccer belum apa-apa/ populer. apakah Bapak Bony bersedia membangun lapangan Wall Soccer untuk dikomersialkan atau untuk digratiskan?? Atau maukah lapangan Futsal yang Bapak Bony miliki saat ini dirubah menjadi lapangan Wall Soccer??
    Jawabannya pasti: TIDAK MAU, tunggu Wall Soccer terkenal dulu.
    Setelah Wall Soccer terkenal, diminati banyak orang ( seperti saat ini Futsal diminati banyak orang ), baru Bapak Bony bersedia membangun lapangan Wall Soccer untuk komersial dan MISALNYA tidak mau membayar Hak Cipta atau Franchise, itu namanya melanggar hukum internasional yang berlaku juga di Indonesia.
    Saya tunggu email Bapak Bony langsung kepada saya, sebagai pencipta Wall Soccer. Terima kasih.

  14. kepada para pembaca silahkan membaca balasan email dari saya…
    atau silahkan kirim ke cristof.nh@gmail.com
    terima kasih…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: