POLA PENGAMAN TELEPROTEKSI RELE JARAK

POLA PENGAMAN TELEPROTEKSI RELE JARAK

Untuk dapat meningkatkan koordinasi waktu sistem proteksi pada saluran udara tegangan tinggi, diperlukan suatu peralatan yang dapat mengirim dan menerima sinyal dari satu atau beberapa rele di satu Gardu Induk (GI) ke rele di GI yang lain.

Peralatan teleproteksi merupakan peralatan yang dapat mengirim dan menerima sinyal (data or logic status) dari satu rele ke rele yang lain. Dikarenakan jarak antara satu gardu induk dengan gardu induk yang lain cukup jauh maka diperlukan suatu media komunikasi yang dapat digunakan untuk mengirimkan sinyal. Saluran komunikasi yang digunakan dapat berupa serat optik (fiber optic), Power Line Comunication (PLC) atau melalui gelombang mikro (microwave).

Dasar pemilihan pola pengaman dengan menggunakan teleproteksi adalah untuk meningkatkan keandalan sistem yaitu jika terjadi gangguan di luar zona satu rele tetapi masih berada pada saluran yang diamankan (ujung saluran transmisi), maka rele jarak yang telah dilengkapi teleproteksi akan bekerja lebih cepat dibandingkan rele jarak tanpa teleproteksi. Waktu pemutusan gangguan yang cepat pada saluran transmisi mempunyai beberapa keuntungan yaitu :

· Mengurangi kerusakan pada konduktor atau penghantar

· Meningkatkan stabilitas sistem

· Memungkinkan diterapkannya auto reclosing untuk meningkatkan ketersediaan penghantar sehingga peluang (lama dan frekuensi) pemadaman dapat dikurangi.

1 Pola DUTT (Direct Underreach Transfer Trip)

Salah satu cara yang paling sederhana untuk mengurangi waktu pemutusan gangguan yang terjadi di ujung saluran transmisi adalah dengan menerapkan direct transfer trip atau sinyal trip secara langsung, gambar 1 menunjukkan gambar rangkaian logika dari pola DUTT. Apabila terjadi gangguan pada zona satu rele jarak, maka rele akan bekerja mengirim sinyal trip ke CB dan pada saat yang bersamaan rele juga mengirim sinyal (direct transfer trip signal) ke rele lain di ujung terminal. Rele yang menerima sinyal tersebut akan langsung (instantaneous) mengirim sinyal tripping ke CB.

Gambar 1. Ragkaian logika direct underreach transfer trip

Salah satu kekurangan dari pola teleproteksi ini adalah adanya kemungkinan kesalahan tripping (unwanted tripping) yang disebabkan gangguan pada peralatan teleproteksi seperti timbulnya noise maupun interferensi pada saluran komunikasi.

2 Pola PUTT (Permissive Underreach Transfer Trip)

Pola direct under-reach transfer tripping yang telah dijelaskan sebelumnya dapat dibuat lebih aman dengan cara mengawasi sinyal yang diterima (received signal) dengan operasi dari zona dua rele jarak sebelum mengirim sinyal trip secara langsung ke CB seperti ditunjukkan pada gambar 2. Prinsip kerja dari pola PUTT adalah apabila gangguan dirasakan pada zona satu rele jarak, maka rele akan mengirim sinyal trip ke CB dan pada saat yang bersamaan juga mengirim sinyal ke rele di ujung terminal yang lain. Rele yang menerima sinyal received hanya akan bekerja secara langsung apabila telah merasakan adanya gangguan pada zona dua relenya. Pola PUTT mempunyai kelebihan yaitu untuk gangguan di daerah ujung saluran transmisi yang diamankan (zona dua) maka rele di kedua ujung saluran yang diamankan akan trip seketika karena menerima sinyal trip dari rele di ujung yang lain.

Gambar 2. Rangkaian logika permissive underreach transfer trip

3 Pola POTT (Permissive Overreach Transfer Trip)

Prinsip kerja pola POTT adalah apabila ada gangguan yang dirasakan oleh zona dua rele jarak, maka rele akan mengirim sinyal ke rele di ujung terminal yang lain dan rele di ujung terminal yang lain tersebut hanya akan bekerja apabila gangguannya juga dirasakan oleh zona dua rele tersebut Gambar rangkaian logikanya adalah seperti ditunjukkan pada gambar 3.

Gambar 3. Rangkaian logika permissive overreach transfer trip

Sinyal yang diterima oleh rele, umumnya di monitor oleh kontak arah rele (directional relay contact) agar dapat bekerja (tripping) hanya jika zona dua forward rele bekerja.

4 Pola Blocking (Blocking Scheme)

Pola blocking menggunakan logika yang berbeda dibandingkan pola-pola yang telah dijelaskan sebelumnya. Pengirim sinyal blocking (agar rele tidak bekerja) dilakukan oleh zona arah belakang (reverse). Gambar logika diagramnya adalah sebagai berikut :

Gambar 4. Pola sinyal blocking

Gambar 5. Rangkaian logika pola blocking

Jika rele di A merasakan gangguan di zona dua dan rele di B mendeteksi gangguan tersebut berada pada zona tiga arah belakang atau reverse, maka rele di B akan mengirim sinyal blocking ke rele di A sehingga rele di A tidak trip seketika tetapi trip dengan waktu tunda t2 (waktu zona dua). Rele jarak dengan pola blocking akan trip seketika jika memenuhi dua kondisi di bawah ini yaitu :

  • Gangguan dirasakan oleh zona satu rele
  • Rele di ujung terminal yang lain mendeteksi gangguan di zona dua dan pada saat yang bersamaan tidak menerima sinyal blocking

——————————————————————————–

Baca lebih jelas di: pola-rele-jarak

=====================================================

Bagi siapa saja yang ingin memberikan pendapat, saran, pertanyaan, artikel, iklan maupun salamnya atau apapun itu, mengenai website qtop.wordpress.com silahkan kirimkan email anda ke cristof.nh@gmail.com ,, ditunggu…

For who that want to give opinion, suggestion, question, article, advertise also the greetings or whatever that, about website qtop.wordpress.com please send your email to cristof.nh@gmail.com ,,, waited…

2 Responses

  1. nice post .thx a lot

  2. thank… for share…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: