Rele

RELE

Berasal dari teknik telegrafi, dimana sebuah coil di-energize oleh arus lemah, dan coil ini menarik armature untuk menutup kontak. Rele merupakan jantung dari proteksi sistem TL, dan telah berkembang menjadi peralatan yang rumit. Rele dibedakan dalam dua kelompok :

    1. Komparator: Mendeteksi dan mengukur kondisi abnormal, dan membuka/menutup kontak (trip).

    2. Auxiliary relays: dirancang untuk dipakai di auxiliary circuit yang dikontrol oleh rele komparator, dan membuka/menutup kontak-kontak lain (yang umumnya berarus kuat).

Klasifikasi Rele

Klasifikasi Rele berdasarkan fungsinya yaitu:

  1. Overcurrent relay

Rele ini berfungsi mendeteksi kelebihan arus yang mengalir pada zona proteksinya.

  1. Differential relay

Rele ini bekerja dengan membandingkan arus sekunder transformator arus (CT) yang terpasang pada terminal-terminal peralatan listrik dan rele ini aktif jika terdapat perbedaan pada arus sirkulasi.

  1. Directional relay

Rele ini berfungsi mengidentifikasi perbedaan fasa antara arus yang satu degan yang lain atau perbedaanfasa antar tegangan. Rele ini dapat membedakan apakah gangguan yang terjadi berada di belakang (reverse fault) atau di depan (forward fault).

  1. Distance relay

Rele ini berfungsi membaca impedansi yang dilakukan dengan cara mengukur arus dan tegangan pada suatu zona apakah sesuai atau tidak dengan batas setting-nya

  1. Ground fault relay

Rele ini digunakan untuk mendeteksi gangguan ke tanah atau lebih tepatnya mengukur besarnya arus residu yang mengalir ke tanah.

Keadaan Operasi Rele

Operate: Kondisi dimana relay tersebut memerintahkan peralatan proteksi untuk bekerja

Pick-up: Kondisi saat relay mulai mendeteksi adanya kenaikan arus atau tegangan pada sistem

Drop-out: Kondisi dimana relay tidak merasakan gangguan lagi. Pada kondisi ini, relay membuka normally open contact

Reset: Kondisi dimana relay di-kembalikan ke keadaan semula (reset relay flag). Pada kondisi ini Rele menutup kontak dari rele closed contact.

RELE JARAK

Rele jarak (distance relay) merupakan proteksi yang paling utama pada saluran transmisi. Rele jarak menggunakan pengukuran tegangan dan arus untuk mendapatkan impedansi saluran yang harus diamankan. Jika impedansi yang terukur di dalam batas setting-nya, maka rele akan bekerja. Di sebut rele jarak, karena impedansi pada saluran besarnya akan sebanding dengan panjang saluran. Oleh karena itu, rele jarak tidak tergantung oleh besarnya arus gangguan yang terjadi, tetapi tergantung pada jarak gangguan yang terjadi terhadap rele proteksi. Impedansi yang diukur dapat berupa Z, R saja ataupun X saja, tergantung jenis rele yang dipakai.

Prinsip Kerja Rele Jarak

Rele jarak mengukur tegangan pada titik relai dan arus gangguan yang terlihat dari rele, dengan membagi besaran tegangan dan arus, maka impedansi sampai titik terjadinya gangguan dapat di tentukan. Perhitungan impedansi dapat dihitung menggunakan rumus sebagai berikut :

Zf=Vf/If …………………………………………………………………… (II.9)

Dimana: Zf=Impedansi (ohm)

Vf=Tegangan (Volt)

If=Arus gangguan

Rele jarak didesain untuk bekerja jika impedansi yang dilihat oleh rele lebih kecil dari impedansi setting-nya.

Gambar II.7 Prinsip kerja rele jarak terhadap adanya gangguan

Untuk gangguan di B (daerah batas pengamanan) tegangan yang terukur oleh rele adalah: Vf =If . Z1 . Sehingga perbandingan antara tegangan dan arus gangguan di A adalah: (Vf / If) = (If . Z1) / If = Z1. Untuk daerah gangguan di:

  • di F1 (di dalam daerah pengamanan), tegangan yang terukur oleh rele A adalah: Vf1 = If1 . Z11 dan perbandingan tegangan dan arus gangguan di A adalah: ……………………………………… (II.10)

Karena Vf1 < Vf dan If1 > If maka Z11 < Z1 sehingga rele akan bekerja.

  • di F2 (di luar daerah pengamanan), tegangan yang terukur oleh rele A adalah: Vf2 = If2 . Z12 dan perbandingan tegangan dan arus gangguan di A adalah:

……………………………………………….. (II.11)

Karena Vf2 > Vf dan If2 > If maka Z11 > Z1 sehingga rele tidak akan bekerja.

Jenis dan Karakteristik Rele Jarak

Berdasarkan karakteristik kerjanya, rele jarak dapat dibagi menjadi:

  1. Rele Jarak jenis impedansi

Rele jenis ini mempunyai lingkaran dengan titik pusatnya di tengah-tengah. Kelemahan rele jenis ini yaitu tidak berarah, karena kedua besaran yang dibandingkan yaitu arus dan tegangan dibangkitkan secara mekanis, masing-masing kopel yang dibangkitkan tidak tergantung fasanya. Rele akan bekerja untuk gangguan di depan dan di belakang rele. Oleh karena itu rele ini harus dilengkapi dengan rele arah untuk digunakan sebagai rele pengukur.

Gambar II.8 Karakteristik Impedansi

  1. Rele Jarak Jenis Mho atau admitansi

K

Gambar II.9 Karakteristik admitansi

arakteristik rele jarak jenis ini dapat digambarkan dalam diagram R-X merupakan suatu lingkaran yang melalui titik pusat seperti gambar berikut:

Dari diagram tersebut terlihat rele jenis ini sudah berarah, sehingga pada rele jenis ini tidak perlu ditambahkan elemen penyerarah karena rele hanya akan mengamankan gangguan didepannya. Rele jarak jenis Mho ini dapat digeser karakteristik kerjanya dengan memasukan faktor arus pada trafo arus pembantu dan impedansi pada kumparan tegangan sehingga karakteristiknya menjadi seperti yang ditunjukkan pada gambar II.9 (b).

  1. Rele Jarak Jenis Cross Polarized Mho

Penggunaan rele jarak jenis Mho kurang menguntungkan untuk saluran transmisi yang mempunyai sudut yang besar misalnya saluran transmisi dengan penghantar bundel (berkas) atau sistem yang mempunyai perbandingan impedansi sumber dan impedansi saluran yang besar. Hal ini karena kurang mencakup adanya tahan busur pada gangguan tanah. Oleh karena itu digunakan karakteristik rele jenis Cross Polerized Mho. Karakteristik kerja rele ini sangat tergantung pada perbandingan impedansi sumber (ZS) dan impedansi saluran (ZL). Bila perbandingannya mendekati no1 artinya impedansi sumber sangat kecil atau sistemnya sangat besar, bentuk karakteristiknya sama dengan Mho. Tetapi bla perbandingan tersebut makin besar karakteristiknya berbentuk Mho geser dan jika perbandingan tersebut menjadi mendekati tak hingga merupakan Mho geser dengan jari-jari tak hingga.

Gambar II.10 Karakteristik Cross Polarized Mho

Karakteristik ini kurang cocok untuk sistem dengan pentanahan tahanan, karena pusat lingkaran dari rele ini berada diarah tahanan sehingga akan sedikit menampung tahanan busur. Kecuali untuk saluran yang panjang karakteristik ini dapat kurang dipengaruhi adanya tahanan busur.

  1. Rele Jarak Jenis Reaktansi

Pada rele jarak jenis reaktansi impedansi yang dilihat rele tidak memperhatikan adanya tahanan busur, karena dianggap tahanan busur untuk berbagai gangguan hampir sama. Rele ini hanya untuk mengukur komponen reaktif dari impedansi jaringan. Berikut gambar dari rele jenis ini:

Gambar II.11 Karakteristik Reaktansi

Rele akan bekerja jika reaktansi yang dilihat rele lebih kecil dari reaktansi yang diset. Karakteristik rele ini kurang dipengaruhi adanya tahanan busur sewaktu terjadinya gangguan hubung singkat satu fasa ke tanah sehingga baik digunakan untuk pengamanan gangguan tanah.

Baca lebih lengjkap dan jelas: rele

2 Responses

  1. Sy mau minta dijelaskan element pengukur relai jarak jika ada gangguan ayunan daya,

  2. bagaimana dengan konfigurasi kontak rele

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: