Tentang Alkitab

Latar belakang para penulisnya pun bermacam-macam, ada nabi  (Yeremia), imam (Zakharia), gembala (Amos), raja (Daud), pelayan raja (Nehemia), tabib (Lukas), tukang pajak (Matius), dan orang Farisi (Paulus).

Alkitab ditulis dalam kurun waktu 1600 tahun. Kitab terakhir Perjanjian Lama Kitab Maleakhi ditulis 400 tahun SM. Jadi jangka waktu antara penulisan Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru lebih dari 400 tahun.

Walaupun demikian, isi Alkitab tetap merupakan satu kesatuan yang selaras. Bagaikan cabang, akar, batang, dan daun yang menjadi satu pohon. Semuanya mengarah pada pemberitaan dan pengajaran tentang keselamatan yang dianugerahkan Allah Yang Maha Adil sekaligus Maha Pengasih dan Penyayang kepada manusia melalui pengorbanan Yesus Kristus di kayu salib.

Kitab Taurat (Pentateukh) terdiri dari 5 kitab, yaitu Kitab Kejadian (Genesis) yang menggambarkan kemaha-kuasaan Allah, Kitab Keluaran (Exodus) menggambarkan kedaulatan Allah, Kitab Imamat Orang Lewi (Leviticus) menggambarkan kekudusan aAlah, Kitab Bilangan (Numbers) menggambarkan keadilan Allah, dan Kitab Ulangan (Deuteronomy) yang menggambarkan kesetiaan Allah. Sedang Kitab Injil ada 4, yaitu yang ditulis oleh Matius yang menekankan Yesus sebagai Juruselamat (Mesias), Injil Markus menggambarkan Yesus sebagai hamba yang melayani, Injil Lukas melukiskan Yesus sebagai Anak Manusia, dan Injil Yohanes yang membuktikan Yesus sebagai Anak Allah.

Kitab Taurat ditulis pertama kali pada tahun 1445 – 1405 SM (Sebelum Masehi) oleh nabi Musa. (Luar biasa bukan? Bayangkan,satu-satunya buku terkuno yang ditulis 3450 tahun yang lalu yang masih diterbitkan secara lengkap sampai sekarang! Coba cari buku atau tulisan lain yang seperti itu.)

Nabi Musa menulis Kitab Taurat berdasarkan apa yang diberitahukan oleh Allah secara langsung kepadanya, tidak melalui malaikat Jibril, dan tidak dari karangan, khayalan atau idenya sendiri.

Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: “Sesungguhnya Aku akan datang kepadamu dalam awan yang tebal, dengan maksud supaya dapat didengar oleh bangsa itu apabila Aku berbicara dengan engkau, dan juga supaya mereka senantiasa percaya kepadamu.” Lalu Musa memberitahukan perkataan bangsa itu kepada TUHAN. (Keluaran 19:9)

Dan TUHAN berbicara kepada Musa dengan berhadapan muka seperti seorang berbicara kepada temannya; kemudian kembalilah ia (Musa) ke perkemahan. Tetapi abdinya, Yosua bin Nun, seorang yang masih muda, tidaklah meninggalkan kemah itu. (Keluaran 33:11)

Ketika Musa turun dari gunung Sinai — kedua loh hukum Allah ada di tangan Musa ketika ia turun dari gunung itu — tidaklah ia tahu, bahwa kulit mukanya bercahaya oleh karena ia telah berbicara dengan TUHAN. (Keluaran 34:29)

Kitab Taurat menceritakan mengenai asal mula bumi ini, manusia pertama (Adam dan Hawa), kejatuhan manusia dalam dosa, janji Allah pertama kali akan datangnya Juruselamat manusia, dan riwayat bangsa Israel yang menggambarkan riwayat manusia.

Israel (artinya ”Yang Bergumul Dengan Allah”, kisahnya ada di Kejadian 32) menggambarkan riwayat manusia yang ditakdirkan mencari Allah yang sejati, dan tidak akan pernah tenang hatinya sebelum bertemu dengan Tuhan Allah penciptanya.

Riwayat bani Israel sebenarnya menggambarkan keadaan dan riwayat manusia, yaitu :
1. Bangsa Israel (Israel jasmani) diperbudak di Mesir –> Manusia (Israel rohani) diperbudak oleh dosa.

2. Bangsa Israel dilepaskan dari perbudakan Mesir oleh Musa (yang kepemimpinannya dilanjutkan oleh Yosua) –> Manusia dilepaskan dari perbudakan dosa oleh Yesus Kristus (= Yeshua Hamasiah = Isa Almasih = Juruselamat Yang Diurapi)

3. Bangsa Israel menjadi pengembara di padang gurun menuju tanah Kanaan yang berlimpah air susu dan madunya. –> Manusia setelah diselamatkan, masih harus menjalani kehidupan di dunia yang serba sulit menuju ke surga yang berlimpah dengan segala hal yang baik.

4. Bangsa Israel memerlukan seorang pengantara antara mereka dan Allah (Keluaran 20:19 Mereka berkata kepada Musa: “Engkaulah berbicara dengan kami, maka kami akan mendengarkan; tetapi janganlah Allah berbicara dengan kami, nanti kami mati.”) –> Manusia juga memerlukan pengantara antara kita dengan Allah yang Maha Besar, dan Pengantara yang sejati itu adalah manusia ilahi Yesus Kristus.

5. Tidak semua bangsa Israel berhasil masuk ke tanah Kanaan –> Tidak semua manusia yang mula-mula selamat tetap selamat. Manusia bisa murtad di tengah jalan.

6. Akhirnya bukan Musa melainkan Yoshua yang berhasil membawa bangsa Israel masuk tanah Kanaan –> Bukan menjalankan ritual secara agamawi yang bisa membawa manusia masuk ke surga, tapi oleh karya Yesus Kristus (Yoshua berarti Yahweh memberi keselamatan. Yosua = Yeshua = Yesus)

7. Untuk menghadap Allah Yang Maha Suci, bani Israel harus mencurahkan darah binatang (domba, lembu) sebagai korban penghapus dosa –-> Untuk menghadap Allah Yang Maha Suci, manusia harus percaya pada Yesus yang sudah mencurahkan darah-Nya yang kudus sebagai korban penghapus dosa.

8. Bangsa Israel harus melewati sungai Yordan untuk masuk ke tanah Kanaan –> manusia harus melewati kematian untuk menuju ke kekekalan.

Alkitab adalah buku dari segala buku, karena Alkitab adalah buku karya Allah sendiri. Alkitab juga adalah buku terlaris di dunia. Tidak ada buku lain yang telah diterjemahkan ke dalam begitu banyak bahasa – lebih dari 2.233 bahasa pada akhir tahun 1999 – dan yang disebarkan dalam jumlah ratusan juta eksemplar setiap tahun, bahkan pada saat ini ada ratusan proyek penerjemahan Alkitab sedang diselenggarakan di seluruh dunia, termasuk puluhan proyek penerjemahan yang sedang dikerjakan Lembaga Alkitab Indonesia. Bila terjemahan-terjemahan ini selesai, berarti lebih dari 97% penduduk di seluruh dunia akan dapat membaca atau mendengar Firman Allah dalam bahasa mereka sendiri. (Sumber:http://www.alkitab.or.id/visi-misi/penerjemahan.htm)

Alkitab adalah satu-satunya buku yang dapat menunjukkan kepada kita mengapa kita hidup di dunia ini, dari mana asal kita, ke mana kita akan pergi, siapakah yang menciptakan kita, apa tujuan kita diciptakan, bagaimana kita harus hidup agar tujuan kita diciptakan itu tercapai.

About these ads

One Response

  1. “Alkitab adalah satu-satunya buku yang dapat menunjukkan kepada kita mengapa kita hidup di dunia ini, dari mana asal kita, ke mana kita akan pergi, siapakah yang menciptakan kita, apa tujuan kita diciptakan, bagaimana kita harus hidup agar tujuan kita diciptakan itu tercapai.”
    Dari akhir articel anda pertanyaan itu sangat menggelitik saya untuk dijawab , bisakah anda kasih jawaban dr alkitab anda ke email saya untuk bahan renungan…sebelumnya terima kasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: