Sejarah Marga Batak

SILSILAH ATAU TAROMBO BATAK

SI RAJA BATAK mempunyai 2 orang putra, yaitu:

1. Guru Tatea Bulan

2. Raja Isombaon

GURU TATEA BULAN

Dari istrinya yang bernama Si Boru Baso Burning, Guru Tatea Bulan memperoleh 5 orang putra dan 4 orang putri, yaitu :

* Putra (sesuai urutan):

1. Raja Uti (atau sering disebut Si Raja Biak-biak, Raja Sigumeleng-geleng), tanpa keturunan

2. Tuan Sariburaja (keturunannya Pasaribu)

3. Limbong Mulana (keturunannya Limbong).

4. Sagala Raja (keturunannya Sagala)

5. Silau Raja (keturunannnya Malau, Manik, Ambarita dan Gurning)

*Putri:

1. Si Boru Pareme (kawin dengan Tuan Sariburaja, ibotona)

2. Si Boru Anting Sabungan, kawin dengan Tuan Sorimangaraja, putra Raja Isombaon

3. Si Boru Biding Laut

4. Si Boru Nan Tinjo (tidak kawin).

Tatea Bulan artinya “Tertayang Bulan” = “Tertatang Bulan”. Raja Isombaon (Raja Isumbaon)

Raja Isombaon artinya raja yang disembah. Isombaon kata dasarnya somba (sembah). Semua keturunan Si Raja Batak dapat dibagi atas 2 golongan besar:

1. Golongan Tatea Bulan = Golongan Bulan = Golongan (Pemberi) Perempuan. Disebut juga golongan Hula-hula = Marga Lontung.

2. Golongan Isombaon = Golongan Matahari = Golongan Laki-laki. Disebut juga Golongan Boru = Marga Sumba.

Kedua golongan tersebut dilambangkan dalam bendera Batak (bendera Si Singamangaraja, para orangtua menyebut Sisimangaraja, artinya maha raja), dengan gambar matahari dan bulan. Jadi, gambar matahari dan bulan dalam bendera tersebut melambangkan seluruh keturunan Si Raja Batak.

PENJABARAN

* RAJA UTI

Raja Uti (atau sering disebut Si Raja Biak-biak, Raja Sigumeleng-geleng). Raja Uti terkenal sakti dan serba bisa. Satu kesempatan berada berbaur dengan laki-laki, pada kesempatan lain membaur dengan peremuan, orang tua atau anak-anak. Beliau memiliki ilmu yang cukup tinggi (kira-kira 175 cm), eperti orang barat. Karena itu, dalam memimpin Tanah Batak, secara kemanusiaan Beliau memandatkan atau bersepakat dengan ponakannya/Bere Sisimangaraja, namun dalam kekuatan spiritual etap berpusat pada Raja Uti.

* SARIBURAJA

Sariburaja adalah nama putra kedua dari Guru Tatea Bulan. Dia dan adik kandungnya perempuan yang bernama Si Boru Pareme dilahirkan marporhas (anak kembar berlainan jenis, satu peremuan satunya lagi laki-laki).

Mula-mula Sariburaja kawin dengan Nai Margiring Laut, yang melahirkan putra bernama Raja Iborboron (Borbor). Tetapi kemudian Saribu Raja mengawini adiknya, Si Boru Pareme, sehingga antara mereka terjadi perkawinan incest.

Setelah perbuatan melanggar adat itu diketahui oleh saudara-saudaranya, yaitu Limbong Mulana, Sagala Rraja, dan Silau Raja, maka ketiga saudara tersebut sepakat untuk mengusir Sariburaja. Akibatnya Sariburaja mengembara ke hutan Sabulan meninggalkan Si Boru Pareme yang sedang dalam keadaan hamil. Ketika Si Boru Pareme hendak bersalin, dia dibuang oleh saudara-saudaranya ke hutan belantara, tetapi di hutan tersebut Sariburaja kebetulan bertemu dengan dia.

Sariburaja datang bersama seekor harimau betina yang sebelumnya telah dipeliharanya menjadi “istrinya” di hutan itu. Harimau betina itulah yang kemudian merawat serta memberi makan Si Boru Pareme di dalam hutan. Si Boru Pareme melahirkan seorang putra yang diberi nama Si Raja Lontung.

Dari istrinya sang harimau, Sariburaja memperoleh seorang putra yang diberi nama Si Raja Babiat. Di kemudian hari Si Raja Babiat mempunyai banyak keturunan di daerah Mandailing. Mereka bermarga Bayoangin.

Karena selalu dikejar-kejar dan diintip oleh saudara-saudaranya, Sariburaja berkelana ke daerah Angkola dan seterusnya ke Barus.

SI RAJA LONTUNG

Putra pertama dari Tuan Sariburaja. Mempunyai 7 orang putra dan 2 orang putri, yaitu:

* Putra:

1.. Tuan Situmorang, keturunannya bermarga Situmorang.

2. Sinaga Raja, keturunannya bermarga Sinaga.

3. Pandiangan, keturunannya bermarga Pandiangan.

4. Toga Nainggolan, keturunannya bermarga Nainggolan.

5. Simatupang, keturunannya bermarga Simatupang.

6. Aritonang, keturunannya bermarga Aritonang.

7. Siregar, keturunannya bermarga Siregar.

* Putri :

1. Si Boru Anakpandan, kawin dengan Toga Sihombing.

2. Si Boru Panggabean, kawin dengan Toga Simamora.

Karena semua putra dan putri dari Si Raja Lontung berjumlah 9 orang, maka mereka sering dijuluki dengan nama Lontung Si Sia Marina, Pasia Boruna Sihombing Simamora.

Si Sia Marina = Sembilan Satu Ibu.

Dari keturunan Situmorang, lahir marga-marga cabang Lumban Pande, Lumban Nahor, Suhutnihuta, Siringoringo, Sitohang, Rumapea, Padang, Solin.

SINAGA

Dari Sinaga lahir marga-marga cabang Simanjorang, Simandalahi, Barutu.

PANDIANGAN

Lahir marga-marga cabang Samosir, Pakpahan, Gultom, Sidari, Sitinjak, Harianja.

NAINGGOLAN

Lahir marga-marga cabang Rumahombar, Parhusip, Lumban Tungkup, Lumban Siantar, Hutabalian, Lumban Raja, Pusuk, Buaton, Nahulae.

SIMATUPANG

Lahir marga-marga cabang Togatorop (Sitogatorop), Sianturi, Siburian.

ARITONANG

Lahir marga-marga cabang Ompu Sunggu, Rajagukguk, Simaremare.

SIREGAR

Llahir marga-marga cabang Silo, Dongaran, Silali, Siagian, Ritonga, Sormin.

* SI RAJA BORBOR

Putra kedua dari Tuan Sariburaja, dilahirkan oleh Nai Margiring Laut. Semua keturunannya disebut Marga Borbor.

Cucu Raja Borbor yang bernama Datu Taladibabana (generasi keenam) mempunyai 6 orang putra, yang menjadi asal-usul marga-marga berikut :

1. Datu Dalu (Sahangmaima).

2. Sipahutar, keturunannya bermarga Sipahutar.

3. Harahap, keturunannya bermarga Harahap.

4. Tanjung, keturunannya bermarga Tanjung.

5. Datu Pulungan, keturunannya bermarga Pulungan.

6. Simargolang, keturunannya bermarga Imargolang.

Keturunan Datu Dalu melahirkan marga-marga berikut :

1. Pasaribu, Batubara, Habeahan, Bondar, Gorat.

2. Tinendang, Tangkar.

3. Matondang.

4. Saruksuk.

5. Tarihoran.

6. Parapat.

7. Rangkuti.

Keturunan Datu Pulungan melahirkan marga-marga Lubis dan Hutasuhut.

Limbong Mulana dan marga-marga keturunannya

Limbong Mulana adalah putra ketiga dari Guru Tatea Bulan. Keturunannya bermarga Limbong yang mempunyai dua orang putra, yaitu Palu Onggang, dan Langgat Limbong. Putra dari Langgat Limbong ada tiga orang. Keturunan dari putranya yang kedua kemudian bermarga Sihole, dan keturunan dari putranya yang ketiga kemudian bermarga Habeahan. Yang lainnya tetap memakai marga induk, yaitu Limbong.

SAGALA RAJA

Putra keempat dari Guru Tatea Bulan. Sampai sekarang keturunannya tetap memakai marga Sagala.

SILAU RAJA

Silau Raja adalah putra kelima dari Guru Tatea Bulan yang mempunyai empat orang putra, yaitu:

1. Malau

2. Manik

3. Ambarita

4. Gurning

Khusus sejarah atau tarombo Ambarita Raja atau Ambarita, memiliki dua putra:

I. Ambarita Lumban Pea

II. Ambarita Lumban Pining

Lumban Pea memiliki dua anak laki-laki

1. Ompu Mangomborlan

2. Ompu Bona Nihuta

Berhubung Ompu Mangomborlan tidak memiliki anak/keturunan laki-laki, maka Ambarita paling sulung hingga kini adalah turunan Ompu Bona Nihuta, yang memiliki anak laki-laki tunggal yakni Op Suhut Ni Huta. Op Suhut Nihuta juga memiliki anak laki-laki tunggal Op Tondolnihuta.

Keturunan Op Tondol Nihuta ada empat laki-laki:

1. Op Martua Boni Raja (atau Op Mamontang Laut)

2. Op Raja Marihot

3. Op Marhajang

4. Op Rajani Umbul

Selanjutnya di bawah ini hanya dapat meneruskan tarombo dari Op Mamontang Laut (karena keterbatasan data. Op Mamontang Laut menyeberang dari Ambarita di Kabupaten Toba Samosir saat ini ke Sihaporas, Kecamatan Pematang Sidamanik, Kabupaten Simalungun. Hingga tahun 2008 ini, keturunan Op Mamontang laut sudah generasi kedelapan).

Op Mamontang Laut semula menikahi Boru Sinaga, dari Parapat. Setelah sekian tahun berumah tangga, mereka tidka dikaruniai keturunan, lalu kemudian menikah lagi pada boru Sitio dari Simanindo, Samosir.

Dari perkawinan kedua, lahir tiga anak laki-laki

1. Op Sohailoan menikahi Boru Sinaga bermukim di Sihaporas Aek Batu

Keturunan Op Sohailoan saat ini antara lain Op Josep (Pak Beluana di Palembang)

2. Op Jaipul menikahi Boru Sinaga bermukin di Sihaporas Bolon

Keturunan antara lain J ambarita Bekasi,

3. Op Sugara atau Op Ni Ujung Barita menikahi Boru Sirait bermukim di Motung, Kabupaten Toba Samosir.

Keturunan Op Sugara antara lain penyanyi Iran Ambarita dan Godman Ambarita

TUAN SORIMANGARAJA

Tuan Sorimangaraja adalah putra pertama dari Raja Isombaon. Dari ketiga putra Raja Isombaon, dialah satu-satunya yang tinggal di Pusuk Buhit (di Tanah Batak). Istrinya ada 3 orang, yaitu :

1. Si Boru Anting Malela (Nai Rasaon), putri dari Guru Tatea Bulan.

2. Si Boru Biding Laut (nai ambaton), juga putri dari Guru Tatea Bulan.

c. Si Boru Sanggul Baomasan (nai suanon).

Si Boru Anting Malela melahirkan putra yang bernama Tuan Sorba Djulu (Ompu Raja Nabolon), gelar Nai Ambaton.

Si Boru Biding Laut

Si Boru Sanggul Haomasan melahirkan putra yang bernama Tuan Sorbadibanua, gelar Nai Suanon.

Nai Ambaton (Tuan Sorba Djulu/Ompu Raja Nabolon)

Nama (gelar) putra sulung Tuan Sorimangaraja lahir dari istri pertamanya yang bernama Nai Ambaton. Nama sebenarnya adalah Ompu Raja Nabolon, tetapi sampai sekarang keturunannya bermarga Nai Ambaton menurut nama ibu leluhurnya.

Nai Ambaton mempunyai empat orang putra, yaitu:

1. Simbolon Tua, keturunannya bermarga Simbolon.

2. Tamba Ttua, keturunannya bermarga Tamba.

3. Saragi Tua, keturunannya bermarga Saragi.

4. Munte Tua, keturunannya bermarga Munte (Munte, Nai Munte, atau Dalimunte).

Dari keempat marga pokok tersebut, lahir marga-marga cabang sebagai berikut (menurut buku “Tarombo Marga Ni Suku Batak” karangan W. Hutagalung):

SIMBOLON

Lahir marga-marga Tinambunan, Tumanggor, Maharaja, Turutan, Nahampun, Pinayungan. Juga marga-marga Berampu dan Pasi.

TAMBA

Lahir marga-marga Siallagan, Tomok, Sidabutar, Sijabat, Gusar, Siadari, Sidabolak, Rumahorbo, Napitu.

SARAGI

Lahir marga-marga Simalango, Saing, Simarmata, Nadeak, Sidabungke.

MUNTE

Lahir marga-marga Sitanggang, Manihuruk, Sidauruk, Turnip, Sitio, Sigalingging.

Keterangan lain mengatakan bahwa Nai Ambaton mempunyai dua orang putra, yaitu Simbolon Tua dan Sigalingging. Simbolon Tua mempunyai lima orang putra, yaitu Simbolon, Tamba, Saragi, Munte, dan Nahampun.

Walaupun keturunan Nai Ambaton sudah terdiri dari berpuluh-puluh marga dan sampai sekarang sudah lebih dari 20 sundut (generasi), mereka masih mempertahankan Ruhut Bongbong, yaitu peraturan yang melarang perkawinan antarsesama marga keturunan Nai Ambaton.

Catatan mengenai Ompu Bada, menurut buku “Tarombo Marga Ni Suku Batak” karangan W Hutagalung, Ompu Bada tersebut adalah keturunan Nai Ambaton pada sundut kesepuluh.

Menurut keterangan dari salah seorang keturunan Ompu Bada (mpu bada) bermarga gajah, asal-usul dan silsilah mereka adalah sebagai berikut:

1. Ompu Bada ialah asal-usul dari marga-marga Tendang, Bunurea, Manik, Beringin, Gajah, dan Barasa.

2. Keenam marga tersebut dinamai Sienemkodin (enem = enam, kodin = periuk) dan nama tanah asal keturunan Empu Bada, pun dinamai Sienemkodin.

3. Ompu Bada bukan keturunan Nai Ambaton, juga bukan keturunan si raja batak dari Pusuk Buhit.

4. Lama sebelum Si Raja Batak bermukim di Pusuk Buhit, Ompu Bada telah ada di tanah dairi. Keturunan Ompu bada merupakan ahli-ahli yang terampil (pawang) untuk mengambil serta mengumpulkan kapur barus yang diekspor ke luar negeri selama berabad-abad.

5. Keturunan Ompu Bada menganut sistem kekerabatan Dalihan Natolu seperti yang dianut oleh saudara-saudaranya dari Pusuk Buhit yang datang ke tanah dairi dan tapanuli bagian barat.

NAI RASAON (RAJA MANGARERAK)

Nama (gelar) putra kedua dari Tuan Sorimangaraja, lahir dari istri kedua tuan Sorimangaraja yang bernama Nai Rasaon. Nama sebenarnya ialah Raja Mangarerak, tetapi hingga sekarang semua keturunan Raja Mangarerak lebih sering dinamai orang Nai Rasaon.

Raja Mangarerak mempunyai dua orang putra, yaitu Raja Mardopang dan Raja Mangatur. Ada empat marga pokok dari keturunan Raja Mangarerak:

Raja Mardopang

Menurut nama ketiga putranya, lahir marga-marga Sitorus, Sirait, dan Butar-butar.

Raja Mangatur

Menurut nama putranya, Toga Manurung, lahir marga Manurung. Marga pane adalah marga cabang dari sitorus.

NAI SUANON (tuan sorbadibanua)

Nama (gelar) putra ketiga dari Tuan Sorimangaraja, lahir dari istri ketiga Tuan Sorimangaraja yang bernama Nai Suanon. Nama sebenarnya ialah Tuan Sorbadibanua, dan di kalangan keturunannya lebih sering dinamai Ttuan Sorbadibanua.

Tuan Sorbadibanua, mempunyai dua orang istri dan memperoleh 8 orang putra.

Dari istri pertama (putri Sariburaja):

1. Si Bagot Ni Pohan, keturunannya bermarga Pohan.

2. Si Paet Tua.

3. Si Lahi Sabungan, keturunannya bermarga Silalahi.

4. Si Raja Oloan.

5. Si Raja Huta Lima.

Dari istri kedua (Boru Sibasopaet, putri Mojopahit) :

a. Si Raja Sumba.

b. Si Raja Sobu.

c. Toga Naipospos, keturunannya bermarga Naipospos.

Keluarga Tuan Sorbadibanua bermukim di Lobu Parserahan – Balige. Pada suatu ketika, terjadi peristiwa yang unik dalam keluarga tersebut. Atas ramalan atau anjuran seorang datu, Tuan Sorbadibanua menyuruh kedelapan putranya bermain perang-perangan. Tanpa sengaja, mata Si Raja huta lima terkena oleh lembing Si Raja Sobu. Hal tersebut mengakibatkan emosi kedua istrinya beserta putra-putra mereka masing-masing, yang tak dapat lagi diatasi oleh Tuan Sorbadibanua. Akibatnya, istri keduanya bersama putra-putranya yang tiga orang pindah ke Lobu Gala-gala di kaki Gunung Dolok Tolong sebelah barat.

Keturunana Tuan Sorbadibanua berkembang dengan pesat, yang melahirkan lebih dari 100 marga hingga dewasa ini.

Keturunan Si Bagot ni pohan melahirkan marga dan marga cabang berikut:

1. Tampubolon, Barimbing, Silaen.

2. Siahaan, Simanjuntak, Hutagaol, Nasution.

3. Panjaitan, Siagian, Silitonga, Sianipar, Pardosi.

4. Simangunsong, Marpaung, Napitupulu, Pardede.

Keturunan Si Paet Tua melahirkan marga dan marga cabang berikut:

1. Hutahaean, Hutajulu, Aruan.

2. Sibarani, Sibuea, Sarumpaet.

3. Pangaribuan, Hutapea.

Keturunan si Lahi sabungan melahirkan marga dan marga cabang berikut:

1. Sihaloho.

2. Situngkir, Sipangkar, Sipayung.

3. Sirumasondi, Rumasingap, Depari.

4. Sidabutar.

5. Sidabariba, Solia.

6. Sidebang, Boliala.

7. Pintubatu, Sigiro.

8. Tambun (Tambunan), Doloksaribu, Sinurat, Naiborhu, Nadapdap, Pagaraji, Sunge, Baruara, Lumban Pea, Lumban Gaol.

Keturunan Si Raja Oloan melahirkan marga dan marga cabang berikut:

1. Naibaho, Ujung, Bintang, Manik, Angkat, Hutadiri, Sinamo, Capa.

2. Sihotang, Hasugian, Mataniari, Lingga.

3. Bangkara.

4. Sinambela, Dairi.

5. Sihite, Sileang.

6. Simanullang.

Keturunan Si Raja Huta Lima melahirkan marga dan marga cabang berikut:

1. Maha.

2. Sambo.

3. Pardosi, Sembiring Meliala.

Keturunan Si Raja Sumba melahirkan marga dan marga cabang berikut:

1. Simamora, Rambe, Purba, Manalu, Debataraja, Girsang, Tambak, Siboro.

2. Sihombing, Silaban, Lumban Toruan, Nababan, Hutasoit, Sitindaon, Binjori.

Keturunan Si Raja Sobu melahirkan marga dan marga cabang berikut:

1. Sitompul.

2. Hasibuan, Hutabarat, Panggabean, Hutagalung, Hutatoruan, Simorangkir, Hutapea, Lumban Tobing, Mismis.

Keturunan Toga Naipospos melahirkan marga dan marga cabang berikut:

1. Marbun, Lumban Batu, Banjarnahor, Lumban Gaol, Meha, Mungkur, Saraan.

2. Sibagariang, Hutauruk, Simanungkalit, Situmeang.

(Marbun marpadan dohot Sihotang, Banjar Nahor tu Manalu, Lumban Batu tu Purba, jala Lumban Gaol tu Debata Raja. Asing sian i, Toga Marbun dohot si Toga Sipaholon marpadan do tong) ima pomparan ni Naipospos, Marbun dohot Sipaholon. Termasuk do marga meha ima anak ni Ompu Toga sian Lumban Gaol Sianggasana.

***

DONGAN SAPADAN (TEMAN SEIKRAR, TEMAN SEJANJI)

Dalam masyarakat Batak, sering terjadi ikrar antara suatu marga dengan marga lainnya. Ikrar tersebut pada mulanya terjadi antara satu keluarga dengan keluarga lainnya atau antara sekelompok keluarga dengan sekelompok keluarga lainnya yang marganya berbeda. Mereka berikrar akan memegang teguh janji tersebut serta memesankan kepada keturunan masing-masing untuk tetap diingat, dipatuhi, dan dilaksanakan dengan setia. Walaupun berlainan marga, tetapi dalam setiap marga pada umumnya ditetapkan ikatan, agar kedua belah pihak yang berikrar itu saling menganggap sebagai dongan sabutuha (teman semarga).

Konsekuensinya adalah bahwa setiap pihak yang berikrar wajib menganggap putra dan putri dari teman ikrarnya sebagai putra dan putrinya sendiri. Kadang-kadang ikatan kekeluargaan karena ikrar atau padan lebih erat daripada ikatan kekeluargaan karena marga. Karena ada perumpamaan Batak mengatakan sebagai berikut:

“Togu urat ni bulu, toguan urat ni padang;

Togu nidok ni uhum, toguan nidok ni padan”

artinya:

“Teguh akar bambu, lebih teguh akar rumput (berakar tunggang);

Teguh ikatan hukum, lebih teguh ikatan janji”

Masing-masing ikrar tersebut mempunyai riwayat tersendiri. Marga-marga yang mengikat ikrar antara lain adalah:

1. Marbun dengan Sihotang

2. Panjaitan dengan Manullang

3. Tampubolon dengan Sitompul.

4. Sitorus dengan Hutajulu – Hutahaean – Aruan.

5. Nahampun dengan Situmorang.

(Disadur dari buku “Kamus Budaya Batak Toba” karangan M.A. Marbun dan I.M.T. Hutapea, terbitan Balai Pustaka, Jakarta, 1987)

58 Responses

  1. I Love Batak..
    “One of the best culture in the world”

  2. TIDAK BENAR
    RAJA HUTI secara fisik tidak sempurna.

    Tidak benar juga Wujudnya seperti Babi.

    RAJA HUTI TAMPAN seperti orang barat.
    TINGGINYA KIRA2 175 CM
    Itu kerjaan setan yang ngaku-ngaku roh nenek moyang kalian.

    Si Boru Biding Laut tidak pernah melahirkan putra yang bernama Tuan Sorba Jae (Raja Mangarerak), gelar Nai Rasaon.
    dari mana jalannya……….?///??///???????

    NGAK BENAR ITU SEMUA BOHONG …………..

  3. TIDAK BENAR
    RAJA HUTI secara fisik tidak sempurna.

    Tidak benar juga Wujudnya seperti Babi.

    RAJA HUTI TAMPAN seperti orang barat.
    TINGGINYA KIRA2 175 CM
    Itu kerjaan setan yang ngaku-ngaku roh nenek moyang kalian.

    Si Boru Biding Laut tidak pernah melahirkan putra yang bernama Tuan Sorba Jae (Raja Mangarerak), gelar Nai Rasaon.
    dari mana jalannya……….?///??///???????

    NGAK BENAR ITU SEMUA BOHONG ………alvatarz111@gmail.com

  4. Terima kasih atas kritik dan masukannya alvatarz,, dengan ini qtop.wordpress.com minta maaf atas informasi yang kurang tepat,, (sudah diperbaiki kesalahannya)

    Kepada alvatarz dan saudara-saudaraku yang merasa bahwa ada yang perlu dirubah informasi di atas, tolong diberitahu saja, karena saya sebagai orang batak tidak ingin kehilangan jati diri saya sebagai suku Batak yang menghormati sejarah Batak.. terima kasih..

  5. saya yang hilang asal usus keturunan kerana yang tua terlalu cepat perginya. Yang saya tahu saya keturunan maidailing bermarga harahap. Ingin mengetahui sejarah keturunan kerana pernah di beritahu masih ada saudara mara di sana-tapanuli – bukit tinggi.

  6. Anyhow, silsilah batak termasuk yg terbaik dan terlengkap, sehingga anak cucunya dgn marga yg berbeda dapat saling mencari pertemuan hubungan kekeluargaan mereka, horas…

  7. Berbahagialah orang batak karena mempunyai sisilah yang turun temurun kita sandang, jadi saluuut baut penulis, kalau boleh tanbah lagi silsilah marga yg lain ok… BRAVOOOO

  8. wih,, qitop.. gw ada bukunya top di rumah,, sejarah marga2 batak nanti gw coba liat,, ada yg beda apa gak

  9. Mauu dong pul… Gw copy deh bukunya… boleh ngga??

  10. silahi raja(silalahi) anak silahiasabungan dengan pitahaomasan kok g ada,,,,,,,

  11. 88% accurat,e 12 % lagi perlu penelitian…Bravo

  12. Kalau boleh tanya apakah semua orang batak ber-marga?, apakah marga itu ibarat gelar Raden kalau di Jawa? bahwa penyandang gelar tersebut adalah keturunan raja (darah biru). many thanks

  13. Semua Orang Batak memang keturunan Raja,begitu juga dengan anda Orang Jawa

  14. no. coment…masalah suku …tapi menurut saya ikatan yg bagus persaudaraannya adalah bukanlah suku ,tapi iman karena iman tdk mengenal raja , rakyat ,panglima tau org suci ….semua sama dihadapan tuhan…karena ketakwaanya…tapi saya salut atas tertulis nya silsilah tersebut. tapi msh ada yg lebih bagus silsilah nya …adalah bangsa arab dia punya bin dibelakang namanya sampai skg .

  15. aku bangga jadi orang batak…..
    kebudayaan indonesia…….
    mari kita jaga agar tak diklaim bangsa lain….

  16. salah semua, dr lontung sinaga yg anak pertama

  17. batak adalah suku yang masih melestarikan adat-istiadatna.. saya banggaaaaa..

  18. maju terus dan teruslah berkarya, walaupun anda banyak menerima kritikan bahkan caci maki. Jangan pernah terpancing emosi dan karya anda sangat bermanfaat bagi anak cucu kelak.

  19. terima kasih Pak Jose… Bila ada info mengenai Sejarah Marga Batak.. tolong dishare yah…

  20. I LOVE BATAK.

    teman2 yg punya TAROMBO marga MAHA tolong kasih link nya ya atau boleh juga YM ke aku

  21. teman2 yg punya TAROMBO marga MAHA tolong kasih link nya ya atau boleh juga YM ke aku
    maha_lgs@yahoo.com

  22. keturunan marga sagala mana

  23. Untuk toga pandiangan urutannya sbb:Gultom,Samosir,Pakpahan,Sitinjak.Dan Harianja adalah anak dari Samosir Sidari.Demikian yang saya ketahui agar kiranya bisa diklarifikasi.Terimakasih.HORAS…HORAS…HORAS.

  24. Horas ma tu poparan si Raja Batak na adong di luat ni Portibion. Horas horas horas.

  25. Horas, Sebagai masukan khusus bagian keturunan Tuan Sihubil.
    Urutan Marganya adalah : Barimbing , Silaen , Tampubolon.
    Padan (Dongan Saboltok) ke Sitompul adalah dari Sondiraja (Silaen) ke Badiaraja (Sitompul). Sondiraja adalah Nini (Cicit) dari Tuan Sihubil, Cucu dari Sapalatua Tampuknabolon, anak dari Raja Mataniari.
    Keturunan dari Sondiraja tidak bermarga Tampubolon tapi marganya adalah “Silaen”. Demikian untuk diperbaiki dan diketahui.

  26. Berikut ini tarombonya:
    Tuan Sihubil anaknya 1 yaitu “Sapalatua Tampuknabolon”.
    Anak Sapalatua 3 yaitu “Raja Mataniari” , “Raja Niapul” , “Raja Soboro”.
    Raja Mataniari Istrinya 3.
    Dari Istri pertama (br. Hinalang) bermarga Barimbing.
    Dari istri kedua (br. Sitorus) ada 2:
    Sondiraja ( Keturunannya bermarga Silaen) dan Badiaraja (Keturunannya bermarga Sitompul) dan merekalah yang mengadakan parpadanan mardongan saboltok.
    Dari Istri ke tiga (br. Borbor) bermarga Pohan di Barus.
    Anak dari Sapalatua Tampuknabolon yaitu Raja niapul dan Raja siboro keturunannya bermarga Tampubolon.
    Dengan demikian marga-marga keturunan dari Tuan Sihubil adalah :
    Barimbing ; Silaen ; Pohan (Barus) ; Tampubolon ; Tampubolon.

  27. Horas,horas,horas!!!!!!!!!!!!!!
    Dongan sabutuha nya kt smua,.,.,.,.,.,.,.,.,.,.,
    Mari kt junjung kebersamaan kt sesama orng kt batak,,,,hee

  28. TIDAK BENAR
    RAJA HUTI secara fisik tidak sempurna.

    kalau wujudnya seperti babi itu msh mungkin

    karena jaman sekarang aja banyak wajah orang seperti babi ya,….

    horas !!!!

  29. i like batak

  30. mari kita jaga parsatuan batak

  31. mantap bahh….. terimakasih lae buat infonya

  32. yang pasti kalo mau tepat atau pas dengan yang anda inginkan BUAT SAMA KALIAN…

    pertanyaan nya BISA GA KALIAN MEMBUAT/MENCERITAKAN DENGAN BENAR,,???

    namanya sejarah itu ga bisa di dapat kepastian nya dari satu orang…

    HORAS.

  33. satukan suara untuk yg terbaik.bukan…sebaliknya.horas………………….

  34. Salah Smua Tentang Mengenai Pomparan Si Raja Nai Ambaton dan Pompran MPU Bada,
    klo menurut Oppung q yg masih Hidup inilah yang benar Mengenai Parna & MPU Bada , , ,

    Raja Nai Ambaton

    Keturunan Raja Naiambaton dikenal sebagai keturunan yang terdiri dari berpuluh-puluh marga yang tidak boleh saling kawin (ndang boi masiolian). Kumpulan persatuan rumpun keturunan Raja Naiambaton disebut dengan PARNA (Parsadaan Raja Nai Ambaton). Catatan: huruf R dalam kata PARNA bukan representasi ‘raja’, tapi PAR=Parsadaan (“persatuan”), NA=Nai Ambaton.

    Marga-marga keturunan Raja Naiambaton (Datu Sindar Mataniari) , antara lain: Raja Sitempang dan Bolon Tua. Dan cabang-cabangnya: Dari Istri Siboru Biding laut III Pomparan Raja Sitempang

    1. Raja Sitempang ( Sitanggang Bau, Sitanggang Lipan, Sitanggang Upar, Sitanggang Silo, Sigalingging, Sitanggang Gusar dari Sitanggang Bau, Sidauruk, Manihuruk dari Sitanggang Silo, Sigalingging Ke Dairi (Banuarea, Manik, Gaja, Tendang, Rampu, Kecupak, Kombi,Boang Manalu, Barasa, Turutan, Siambataon), Simanihuruk ke Tanah Karo (Ginting Manik)

    Dari IStri SIboru Anting Anting Pomparan Raja Nabolon

    1. Simbolon Tua (Simbolon, Tinambunan, Tumanggor, Turutan, Pinayungan, Maharaja, Nahampun)
    2. Tamba Tua: Tonggor Dolok, Lumbang Tongatonga, Lumban Toruan. Lumban Tongatonga beranak dua: Rumaganjang dan Lumbanuruk. Rumaganjang beranak 3: Guru Sateabulan, Guru Sinanti dan Datu Parngongo. Datu Parngongo beranak 7, satu diantaranya bernama Guru Sojoloan (Guru Sotindion). Dari Guru Sojoloan/Guru Sotindion inilah Sidabutar, Sijabat, Siadari, Sidabalok yang biasa disebut “pomparan ni si opat ama”.
    3. Munte Tua (Munte)
    4. Saragi Tua (Saing, Simalango, Simarmata, Nadeak, Sidabungke, Rumahorbo, Sitio, Napitu). Tiga marga dintaranya, yang konon turunan dari satu leluhur, yaitu RumahOrbo, NApitu dan SiTIO, akronim (RoNaTio ).

  35. Dengan adanya grup ini, saya jadi bisa lebih paham dan mengerti ttg asal~usul marga Batak terlebih sejarah Ambarita.Untung org batak sudah hidup dlm pertobatan sehingga tdk ada lagi KANIBALISME Ambarita.Salam kenal smua. By: SMARLP (Sardo Maruli Ambarita Raja Lumban Pea)

  36. Horas di hita sude bangso batak….
    saya bangga keturunan si raja oloan, sebagai cikal bakal pahlawan heroik sisingamangaraja melawan penjajah…
    sampai Indonesia merdeka, bangsa batak tidak pernah dijajah secara keseluruhan oleh belanda…

  37. sisingamangaraja adalah org dari jawa yg bernama sisingo ma adirejo yg merantau ke tanah batak karena perang saudara.

  38. @ ali usman : hahaha.. nice joke….

  39. aq jadi bingung,

  40. mauliate ma lae di akka tarombo on horas jala gabe

  41. MAULIATE

  42. patakas hamu jo lae urutan ni lottung, hami si naga do siakangan….
    dohot urutanni pinoppar ni sinaga, naga bonor,padiangan dohot suhut ni huta do nahuboto lae, …
    jala au ma sinaga siakangan ima bonor…

    patakas hamu jo lae…???

  43. marga lubis adalah big clan di pusuk buhit keturunan dari guru tatea bulana,anda ngarang2,,yang sedikitkagi di toba karena padri army tuanku Rao(pongki nangolngolan Sinambela),

  44. Dalimunthe marga Asli batak..hehehe..walaupun sejarah marganya lebih tua..tapi kok..gak..byk komentar ya …Lihat sejarah Op Pasang..salh satu leluhur marga dalimunthe…dan leluhur saya..Op sojungjuangon yg beristri Op boru Zubaedah berangkah thn 701 msehi…dan sudah menyakini Agama islm sebagi keyakinannya yg dianut… Dalimunthe salah satu Sejarah Tua suku bangsa Batak .. mengikuti saja arus… Marga Munte keturunannya tersebar diseluruh dunia… namun yg menurunkan marga tsb… hanya terdiam dan menyakini…Ginting…saragi/h Munte dan tamba sipadannya…diakui satu leluhur Dalimunthe ..saama saina…kecuali simbolon satu ama lain ina…makanya ada didalm parna ..sisada lulu sisada boru….dilarng kawin ya…. sisada lulu sisada boru…bisa kita artikan…satu ayah dan satu ibu ..dilarang kawin ya…. Pahamilah…Pomparran Parna..jgn pandang Marga Dalimunthe Karena keyakinannya mungkin identik beragama Islam …karena Marga Dalimunthe itulah urat nadi Parna dan saudara Tua didalm Parna… Lihat sejarah… keturunannya munte tersebar diseluruh..dunia…

  45. Mengapa Tarombo tiap asal kampung beda…Karo ,toba mandailing ,simalungun ,nias tiap asal dan usulnya beda..disebabkan Tarombo yg beredar sudah kebanyakan ada perubahan,pada waktu penyebaran zaman penjajahan sekutu.terutama belanda..ingin mengusai tanah batak dgn berbagai cara..salah stunya politik adu domba… dan agar setatus org yg pro belanda dirubahlah tarombonya agar Org batak yg Pro itu naik statusnya…dan disebarluaskanlah berita tsb..hingga cerita yg aslinya ttg hilang… seperti salah satu hikayat kami marga Dalimunthe adalah yg menjadi Raja sipitu huta… dan karena Raja yg bermarga Dalimunthe ini tidak pro dgn belanda..tetapi pro dgn rakyat dgn berbagai cara..belanda menggunakan taktiknya ..hingga terjadilah pengangkatan Raja Sipitu huta Yg diangkat oleh BELANDA DARI PARSADAAN NAIAMBATON JUGA YAITU YG BERMARGA MANIURUK YG NOTABENE ANAK CABANG-CABANG DALIMUNTHE.. MENJADI RAJA SIPITU HUTA DGN GELAR RAJA MUNTHE… DAN DIKENAL DGN RAJA TONGGING op PANGAMBATAN…. Raja Dalimunthe asli tetap masih dianggap Raja oleh Masyarakatnya…hingga bergerilya …dari kampung kekampung…hingga kepedalaman Hutan Saipar Dolok hole… inilah salah satu taktik belanda memecah belah dalam martarombo…. hingga kini masalah Tarombo…menjadi sangat sensitif karena ulah para penjajah tsb… datang bagaikan bangsawan ramah tamah..tetapi..hatinya busuk… Tarombo Batak telah diaduk dan diacak-ack oleh…penjajah..terutama Belanda… ini sekedar pandangan saya ..sebagai org batak

  46. kenapa orang batak mental & body nya gede? Dibandin orang jawa yg kecil2 item cengeng & males! Jawa itu suku paling mundur! Gk akan maju HORAS !

  47. babami londo. puk*m*k kau. jangan asal tuduh suku lain yang negatif. pantang orang batak menghina orang lain. horas bah!!

  48. woy kau yg komen diatas @ja bat. Sapa suruh kau kawin sama orang suku jawa? Suku jawa mental body kecil dan males. Keturunan keluarga batak w pantang kawin dgn ras/suku sampah kek jawa .Penghianat la kau haha

  49. bohong n asal2, pengetahuan O sdh nulis blog, raja lotung anak pertama omp saribu raja bukan raja bor2, kemudian anak pertama siraja lotung adlh marga sinaga, hapus aja blog mu. The Dragon

  50. raja sobu tu salh. yg bnr
    hasibuan. panggabean. hutagalung. hutabarat, lumban simorangkir, lumban tobing, hutatoruan.
    mismis,sitomput tu gk maSuk.

  51. klo bicara mengenai turunan si raja lontung, tolong yang benar yea…. jgn pande-pandean membalikkan, atau mw kw kubalikkan kepalamu itu jd di bawah…. “sinaga” merupakan turunan siraja lontung yg paling tua , no 2 situmorang, 3 pandiangan, dst…!!!!!
    NB: klo tdk tw bertanya, jgn sok tw… camkan itu..!!!

  52. marga gue kemane bro,,?

  53. saya sangat bangga suku batak apalagi itu suku saya.? dan saya sangat bertrm kasih kepada beliau yg menulis sejarh batak’!! karna ini adlh satu dokumen sejarah bagi yg bersuku batak!! tentu ini harus teliti,sesuai dengan pakta,kisah asl mulanya suku batak!!? tapi ada satu yg saya ga’ percaya sama sekali, yaitu si sariburaja mempunyai keturunan dari seekor harimau,yg bernama siraja babiat,? jd saya sangat berharap penjelasanya….

  54. aya trtarik utk mengkji trombo/silsilah yg menmpatkn Marga Maha; Sambo; Pardosi, Sembiring Meliala sbg keturunan Siraja Huta Lima, Tuan Sorbadibanua.
    Ttapi ada versi lain yg mengatakn bhw Marga Maha, Sambo, dan Dosi adalah anak-anak dari Sondi Maha, anak dari Sondi Raja, anak dari Raja Silahi Sabungan, anak dari Tuan Sorbadibanua. Ada lagi versi yg mengatakn bhw Maha dri Sihaloho.
    Ada lagi bisikn yg mengatakn bhw anak Silahi Sabungan adalah Siraja Maha dan Siraja Tambun.
    Ada lagi versi bhw Siraja Maha adalah salah satu dri rombongan pasukn pnakluk yg datang dri daratan Asia india Belakang
    Sebaiknya pnelusuran ttap kita lakukn utk suatu kebnaran dan manfaat, tdk usah trgopoh-gopoh apalagi klau sampai menimbulkn kerenggangan diantara sesama semarga.
    Umumnya Marga Maha yang brmasyarakt adat dan budaya Karo identik dgn Sembiring. Sembiring dan Silahisabungan umumnya identik.
    Biarlah pnelusuran brlangsung trus menuju kebnaran dan utk sesuatu manfaat, yang utama adalah agar Maha, Sambo, Dosi agar ttap memelihra persatuan, kesatuan, dan kerukunan. Tradisi Maha dan Dosi adalah Sambo di negri Sambo, Sambo dan Dosi adalah Maha di negri Sambo hrs kita maknai btapa Maha, Sambo, Dosi adalah satu kesatuan keturunan yg ttap brsatu, rukun, manunggal.

  55. horassss., sibuea.,. 8)

  56. Sidabutar it parna tw tidak,koq bs masuk ke silahi sabungn..

  57. Blog odong odong…hihi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: